Zinnia Elegans – Lailatul Kiptiyah

kumasukkan tiga butir benihke rongga tanahyang hitam bersih di hari ke tujuhbenih-benih pecahmembuka pori-pori tanah kuteguhkan diri merawatmudengan kasih sayang penuhkuatkan batangmukibarkan daunmu agar waktu membukadirinya lebih lapangmenjadi batang, menjadi tanganmenopang pucuk-pucukmu kembang*** Ampenan, Maret – November 2020 Menanam serai dalam pot aku tangan yang menumbuhkan lukamerambat menembus pintumurumah dengan denyut hidupkamar-kamar sabar dan longgar […]

Lelaki yang Tak Menuntut Kesetiaanmu – Rizka Nur Laily Muallifa

Ribuan hari lalu, kau diam-diam mengirim sekuntum puisi ke saku celananyaDan tak pernah tahu apa yang ia temukanSebab ia tak pernah mengatakan apa-apa Hari-hari selanjutnyaIa hanya datang dalam bentuk tulisan seriusMemintamu berpendapat tentang pikiran dan telaah-telaahnya Dulu kau mengira ia hanya tak sempat memikirkan hal-hal romantiskarena terlalu asyik di kebun kata-kataKini, dugaan itu kau rasa […]

Sapardi Adalah Puisi Yang Tak Pernah Mati – Norrahman Alif

kau tak akan pergihidupmu akan abadipada larik-larik puisi ini. tak akan ada kata matipada jalan hidup penyairsebab sapardi adalah bahasayang menunda-nunda kematian dengan puisi. sapardi adalah puisi yang melahirkan anak-anak penyairmelankolis. setiap hari, setiap tahun penyair lahir ke dunia untuk menyatakan patah hatinya pada hidup, pada kekasih pada puisi. tak lain sapardi adalah puisi yang berjalan ke tengah carut-marutnya perasaan, hati dan kerinduan. […]

Twelve Apostles, Port Campbell – Sitok Srengenge

Lauren Bain Di lautmu matahari menatahi terumbuangin bagai prana, bahasa di luar kata,jejak di pasir kikis sebelum gerimis reda Dari rimba jiwaku (kaudengar?) gelepar liar seekor bekisar,putik gairah di dasar kelenjar meletik menjelma kelepak camarDibimbing angin yang bagai prana, bahasa di luar kata,mengisari gelombangmu, matahari yang menatahi terumbudikulum kerang di ceruk bebatu Gerimis mencetak bercak […]

Mata Betina – Sitok Srengenge

Nin Michaelides Mata betina, lekuk teluk, rumpun leli meriapi tepi,genangan rasa rawan, beriak karena angin ringanSauh nelayanku bergetar, alunmu menggeliatkan sunyi,gelembung air bersembulan dari dalam cangkang kerang Sunyi dalam jiwaku dentang lonceng puncak menara batu,gaung kelepak keluang dan malam mengendus getah eukaliptus Kudengar denyar, samar, saat di tebing ombak pun rebah,datang jauh dari wilayah dalam […]

Malam Menyergapmu – Sitok Srengenge

Ghassan Zaqtan Malam menyergapmu dengan serbuk jelaga beracunPeziarah yang lelah, bersandar batang sikamor seratus tahunBaling-baling musim gugur berkesiurmenawarkan tidur Merinding, menahan dingindan pandang sepi orang-orang asingJiwa yang gelisah, pewaris abadi hari-hari remahRamallah Sepasang tupai melompat ke dalam sungai yang bekuTangan-tangan malam yang kekar berjuluran dari masa lalumenggali lubang dan mengubur matahari di tubuhmuSegala yang telah […]

Letug Yang Kehilangan dan Mencari Mengenang Iing – J.J. Kusni

1.baris-barismu bertutur tentang duka, rindu, luka dan kehilanganberkisah tentang masa silam jauh seperti cakrawala tak lagi tergapai tangansedangkan senjanya berwarna merah hari-hari berdarahdan kau menjadi burung yang terbang melintasinya mencari ufuk bersarangcoba hitung berapa banyak mereka di langit ke utara ke selatan diterbang nasib boleh jadi begini, letug sahabatku yang pengembaracinta yang sungguh lebih banyak […]

Si Singamangaraja – Ari Minggu Tamba

untuk Dr. W.B. Sijabat 1Akulah Si SingamangarajaNyala di BakaraRedup di Balige Kau menjamah perihnya Tapi sebelum ituTanah kerontang hangus harapDi ujung pematangterban laparDan susut danauingatigelepar ikan matiSejak malam tersarukmimpi sekarat Dihangati jubah-jubah hujan langit TobaHingga bulir padi menggemuk maduDan bernas beras di mamah mendidihBerbuncah suara jiwa rongga merdeka Sambil membajak tengah malamMenyelami danau ikan-ikan jelita […]

Sajak Batu – T.S. Pinang

lalu bebatuan itu pun terukir nama-namaditanam sebagai nisan-nisan. lebih pualam daripada hatimu sendiridan cahaya begitu menyilaukan karena telah lama matamumenyantap kegelapan, menyantap kegelapan! lihatlah,wajah-wajah suci kanak-kanak terpeta air telagamembasuh diri sampai ke hatimembasuh hati sampai ke langit hingga segumpal megamenghapus kemarau yang rentameremajakan dedaunan yang dahaga kaulihatkah wajah mereka di meja kerjamudi tikar sembahyangmu, di […]

Sangkuriang – T.S. Pinang

terbatuk-batuk masih kulihat engkau, terseok-seok mengusung kerandasendiri. dimana masih tersisa sepetak bumi untuk kuburan cintaku ini,rintihmu menghiba pada angin kota, pada genang got riool tepi jalan, padalampu merkuri malam-malam mungkin kesepian ini harus kautelan bulat, sebagai puisi ataukah doa, takpenting benar. mungkin rumah hati telah terlalu sempit oleh bangkai-bangkaimenung, filsafat-filsafat murung “aku haus air susu […]