Balada Seorang Perempuan dan Suaminya – Mufti Wibowo

Cerpen, edisi 404 Juli 2026 Ia lupa pernah mengira rumah adalah tempat yang hangat. Bukan bangunannya, melainkan suara-suara kecil di dalamnya: sendok yang beradu dengan piring, anak kecil yang berlari-sembunyi di kolong sempit, atau seseorang yang bertanya apakah hari ini melelahkan. Ia percaya tembok dan atap rumah bisa melindungi penghuninya dari kesepian sebagaimana drone militer […]

Kota Arkanda – Ilham Wahyudi

Cerpen, Edisi 403 Juni 2026 Lima belas tahun yang lalu, Tuan Arkanda membangun sebuah menara kaca setinggi 32 lantai di jantung Kota Purnatama. Bukan gedung perkantoran biasa. Menara kaca itu dirancang dengan fasad kaca impor dari negeri jauh, memantulkan langit dan matahari sehingga siapa pun yang melintas akan melihat bayangan dirinya sendiri, kecil dan terdistorsi. […]

Buku Kecil di Leningrad – Ilham Wahyudi

Cerpen, edisi 393 Agustus 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/buku-kecil-di-leningrad/ Salju turun, serupa serpihan kertas yang terlepas dari buku harian tua. Jendela beku. Angin tipis merayap dari celah bingkai kayu yang lapuk. Aku menempelkan dahiku pada kaca, menggambar lingkaran kecil dengan jari yang nyaris beku. Di luar sana: langit putih, jalanan putih, dan kematian […]

Mat Walid dan Serangga-Serangga Paling Merepotkan – Hari Niskala

Cerpen, edisi 390 Mei 2025 Petang sepulang menengok petak yang hendak ditanami jagung, Mat Walid memikirkan lagi satu jenis rencana mulia. M-u-l-i-a, begitu ia mengeja satu per satu huruf dari kata yang jarang keluar dari mulutnya. Rencana tersebut pernah ia bicarakan dengan guru Biologi, beroleh pujian setinggi langit sebelum si guru Biologi mati akibat serangan […]

Petisi Burung – Daeng Maliq

Cerpen, edisi 383 Oktober 2024 Di sebuah pulau besar yang dipenuhi pepohonan, segala sesuatu berjalan sesuai aturan alam. Burung- burung melambung tinggi di langit biru, memeluk pepohonan tua yang tegak kokoh, tempat sejarah mereka tertulis dalam angin dan daunnya. Namun, semua berubah ketika seorang raja dari pulau seberang datang membawa pasukan.  Hutan-hutan mulai ditebang, sungai-sungai […]

Rinai Luka – Dea Renaizah

Cerpen, edisi 379 Juni 2024 27 Juli, 15.35 WIBPintu digedor-gedor serupa irama drummer yang sedang menggila. Nai menatap nanar dinding kamarnya. Suara dari luar kamar tidak ia hiraukan, seperti angin lalu yang tidak penting. Tatapan kosong itu membiaskan senyum pedih, tangannya meraba-raba nakas menjatuhkan vas bunga, cermin dan buku di atasnya. Gerakan itu berhenti begitu […]

Surat untuk Sam – Prima Yuanita

Cerpen, edisi 371 Oktober 2023 Belasan tahun silam saya pernah menemui seseorang di dekat pohon kantil yang bergoyang diterpa angin September yang gersang. Orang itu akan bertolak ke Jakarta dan saya berjanji menghampirinya sebelum jam satu siang. Ada tujuh lembar kertas surat yang ingin saya berikan. Entah nanti suka atau tidak, saya sudah tersenyum-senyum membayangkan […]

Usman Tidak Mati Hari ini – Rania Alyaghina

Cerpen, edisi 367 Juni 2023 Usman mati hari ini. Atau kemarin. Atau kemarin lusa. Atau pekan lalu. Aku tidak tahu pasti kapan tepatnya ia hijrah ke dunia lain, tetapi Usman sudah tidak ada lagi di dunia ini.  Raungan tangis mengiringi kepergian Usman. Kisahnya selama hidup mengarungi telinga-telinga tamu. Tanah tempat ia disemayamkan dipenuhi karangan bunga. […]

Bang Maman, Tukang Sapu Sekolah – Gianluigi Fahrezi

Cerpen, edisi 361 Desember 2022 Sekolah boleh cuti, guru-guru boleh berganti. Tapi tukang sapu, dia tetap abadi 1. Kebaikan Bang MamanMardi, anak pemilik toko batik Aku mengenal Bang Maman sejak hari pengumuman seleksi masuk SMA. Waktu itu SMA Bakti Husada dipadati para siswa dan orang tua yang ingin mendaftar. Ramai sekali orang-orang berkerumun di meja […]

Ia Menatapku Penuh Dendam – M Arif Budiman

Mulanya aku tak peduli dengan sepasang mata itu. Pemiliknya seorang gadis berwajah pucat kesi, yang menggambarkan kebekuan mendalam. Aku mulai tertarik ketika ia terus memandangku dengan sorot mata tajam. Mata kami beberapa kali saling beradu. Namun beberapa kali pula aku mengedip. Aku kalah. Bahkan terakhir kali, mataku seakan terseret ke dalam sorot matanya yang serupa […]