Kisah Perempuan Korea Di Balik Drakor – Samantha Yohana Blessya

Judul Buku: Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 (82년생 김지영)Pengarang: Cho Nam-JooPenerbit: PT. Gramedia Pustaka UtamaTahun Terbit: 2019 (Cetakan Pertama)Tebal: 192 halaman Sebagai penggemar musik dan drama Korea -populernya Kpop, Kdrama, atau drakor (drama Korea)- saya selalu merasa ‘bebas’ saat menikmati karya-karya tersebut. Saya pernah berpikir, ‘Wah, pasti Korea Selatan itu negara yang bebas sekali, ya.’ […]

Namboru Carmel di Tanah Rantau – Liston P Siregar

Mengenang Carmel Budiardjo: London 18 Juni 1925 – London 10 Juli 2021 Musim panas 1995, saya mendarat di London, tempat yang asing. Memang setahun sebelumnya saya bersama istri jalan-jalan menjadi turis yang cuma berkunjung ke tempat-tempat wisata di permukaan kehidupan keseharian warga London. Tapi kunjungan kedua adalah untuk tinggal dan bekerja, sama seperti warga London […]

Liana Yang Hilang di Depan Dosennya – Aliurridha

“Apa-apaan ini? Kamu pikir saya siapa kamu sogok dengan beginian,” teriak  Joko pada kedua mahasiswanya. Jeger dan Dariel yang datang membawa dua kilo apel dan tiga kilo anggur, dibuat pucat. “Bukan Pak. Ini hanya oleh-oleh,” Jeger berkelit.  “Oleh-oleh?” Joko terkekeh.  Rahang Jeger mengeras namun mulutnya terkunci. Dariel menunduk menatap lantai, tak berani melihat wajah Joko. […]

Pintu – Faris Al Faisal

Muara adalah pintu—mulut kecil yang selalu terbuka bersuara kepada lautdunia bagi ikan-ikan ke surgamenuju kemerdekaannya  Di bawah langit yang berpayung birusungai diwarnai daun teratai dan sepasang angsa putihsebentar kemudian datang seorang pelukismasuk ke ruang imaji, seperti puisi  Pandangan pun melebar dan kagumbertemu banggasetelah menempuh panjang jalanjarak yang mengembara hari-hari menyulang bahagia Dan pintu itu berderit,menanggalkan segala jerit  ***Indramayu, […]

1. Interlude (Ayyara) – Ann Fathu

Pada akhirnya aku harus memilih satu di antara mereka yang melamarku! Kutulis dalam statusku. “Ooh.. haruskah kuucapkan selamat padamu?” aku diam. Respon pertama. “Semoga sakinah dan bahagia,” respon lainnya.  Setelah beberapa saat, dua, tiga, dan seterusnya akhirnya mampir respon yang kutunggu. Aku diam. Menunggu lanjutannya. Kamu diam, kita saling diam. Ada tawa yang menunggu meledak. Aku […]