Dahaga – Khanafi
kubiarkan dahaga ini menampung seluruh binatangyang menyebar di segenap pembuluh darahdan meraung di lambung-lambung yang kerontangtak ada oase di padang perutku, sepenuhnya ia gurundan kuletakkan jiwaku serupa majnun di sanadan kelaparan menjadi kerinduan, menjadi alammenjadi kuburan Laila, laila,laila ha illallah… kuhempas-hempas diri sebagai debuaku hanya debu di telapak kakimuo al Musthafa, bersikap lembutlah padakubiar terik […]
Bola Api Tengah Malam – Rumadi
Bola api melayang di udara. Berkitar-kitar membuat cemas seluruh penduduk desa. Setiap laki-laki mengintip dari celah lubang pintu atau celah dinding bambu, berharap-harap cemas semoga bola api tidak turun ke rumah mereka. Tak ada bayi yang tidur nyenyak. Mereka menangis dalam pelukan ibunya. Tangis mereka bersahutan nyaring, seolah saling bergaung, menjawab, dan bercerita kegetiran di […]
Selepas Pagi – Alexander Robert Nainggolan
selepas pagi, ia menjelma jadi puisi yang paling perih. yang tak bisa dikabarkan dengan kata bahkan untuk sekadar luka. namun dari bayangan punggungmu, selalu ada wajah ibu menunggu. meski terasa tirus kurusnya membungkus. dan di kota ini, kita selamanya menjelma jas hujan yang asik menampung segala keluh oleh kenangan lepuh. padahal ia hanya ingin menikmati […]
Anak Angkat Berkaki Empat (2) – Liston P Siregar
Sekitar setahun lebih menjadi pengasuh anjing, saya sudah bertemu dengan beragam ras dan karakter. Ada yang bilang, karakter anjing tergantung ras. Golden Retriever, misalnya, disebut cerdas dan bersahabat sedang Border Collie, katanya, energetik dan selalu siaga. Adapun French Bulldog, konon, easy going. Terus gimana dengan ras silang, yang merupakan anak perkawinan antar ras? Entahah. Yang […]
Lelaki Di Ujung Jendela – Ilham Wiji Pradana
Semenjak musim kemaraudaun-daun di pukul anginada yang tiada dari ada Setiap kali sehabis subuhlelaki itu merenungdi jendela yang sudah kusutAngin dingin memeluksetiap napas lunglainya Lelaki di ujung jendelaMerenung dikala kesepianRumahnya yang luas itu;Kosong, kesepian selalu menghampiri. Lelaki itu; senantiasamendengarkan suit-suit burungAda yang tiada dari lamunannyaAngin selalu puas dengan desirnyaGelombang senantiasamencintai bibir pantai Lelaki di ujung […]
(Bukan) Topeng Berdarah – Faustina Hanna
:kupukupu malam menerkanerkadi pucuk panah sebelah mana kau karamkan biduk pelayaranmu beribu malam. sedang pandai tajamnya belum tentu jadi serupa sebam melupa jejakjejak petualanganmu. sebab hati masih saja remuk sebagaimana persegi terungku –ia tak tergoreskan tuntas oleh tintatinta gagal penghuni tiap depa lailah yang membedah semburat hasrat. sedari potret jaman digiring kusir mimpi hingga titik […]
Para Suara Bintang – Ni Wayan Wijayanti
“Aku sedang mencoba cara membuat dirimu kembali di dalam pikiranku yang sudah buram tanpa ada kenangan tentangmu. Sepertinya aku amnesia, atau memang kenangan itu tidak aku anggap penting lagi? Setiap kali aku melihat Scorpion, gemamu seakan datang bagai riak di pesisir. Berdebur halus namun sulit aku raih. Ibu.” Aku menutup buku yang sejak tadi habis […]
Kampung Melayu, 21-6-1994 – Idrus F Shahab
(Sebuah lagu lamaKetika penguasa menyamakan kritik dengan tantangan berkelahi….) Sore ini, Selasa, 21 Juni 1994 iring-iringan yang berisik dengan doa dan serapahsampai juga di ujung gang Sore ini, tiga mayat hangat tibadi beranda rumah kita..Yang satu itu milik kita Kawan, nyanyikanlah bagimu negeri, jiwaraga kami Gumamkanlah salawat badarMalam ini, ada arwah yang bangkit dari kuburnya*** Sungai Moskow di atas Sungai Moskow masa lalu telah […]
Harimau-Harimau – Jenny Seputro
Aum harimau itu terdengar nyaring, bahkan sebelum aku membuka mata di pagi yang sejuk. Ingin rasanya ditelan bulat-bulat oleh dunia mimpi, agar tak perlu bangun untuk mendengar lengkingan yang memekakkan telinga seperti itu. Ah, tidak, aku belum ingin mati. Ribuan orang masih membutuhkan jasaku, mengurus premi asuransi mereka. Lagipula, sesekali aku menikmati perasaan seperti dewa, […]
Bungkam – Aries Munandar
Sudah dibilang,Jangan keras, membatuMenerjang pusaran kuasakuAkan ada arus pasti melibasmu Kurasa kau bukan tak tahuBetapa digdaya tajikuAtau mungkin kau sekadar mengujiMengadu nyali Ini kali kedua kau berpolahTerentak lagi tidurku seketikaDeraan lampau tak membuatmu jeraMalah makin pongah Kau memang bukan lawan sepadanNamun, penamu teramat menghunjamBikinku meriang semalaman Kali ini tak ada kompromiKulumat sudah kebebasanmu,Berangus!*** Serdam, 21 […]