Sepuluh Lagu Pilihan – Liston P Siregar
Catatan, edisi 402 Mei 2026 Menjelang ulang tahun 2026 ini, istri dan kedua anak bertanya hadiah apa yang saya inginkan. Pertanyaan yang sulit. Pada usia awal 60-an, rasanya tak ada lagi yang diinginkan selain kesehatan dan hubungan hangat dalam keluarga inti dan dengan kawan-kawan dekat. Urusan barang-barang kesukaan, rasanya, sudah bereslah atau bukan prioritas lagi. […]
Vimshati Varshani – Alexander Robert Nainggolan
– asrina novianti Puisi, edisi 401 April 2026 1.bukankah aku acap meluruh ketika dirimu menjauh, saat bujangku menghilang di balik gaunmu. dan setiap pelukan atau genggaman tangan adalah bahasa yang beternak. kita yang muda, riang dalam mamah-biak rencana.“jangan takut, selama bersama,” dan kuhabiskan lagi seluruh rindu. bahkan saat musim hujan datang menjemput– kerap ada rentang […]
Di Tamiang – Agus Widiono
Puisi, edisi 401 April 2026 di sini, yang terjadisetelah kebanjiran,presiden terbaikmengajarkan ketabahan. sedang sejumlah anak-anak menulis masa depan pada tanah yang telah bercampur air matanya.***2026 Di Pelabuhan Belawan mesti kita lanjutkan jugaseparuh perjalanan ini,sebelum hari-hari lewatdengan suasana sunyi. di sini, ada banyak hal yang mesti kita catat,selain melepas rasa cemas,seperti kisah para Belandayang hendak berkuasa,dengan cara berniaga. kemudian, kita berlayar kembalimenuju […]
Kebohongan Berlapis – Djoko Subinarto
Cerpen, edisi 400 Maret 2026 Ruang redaksi di lantai empat Gedung Pancasona sudah mulai sunyi. Marsel -nama lengkapnya Marsel Hendrawinata- wartawan investigasi harian Harapan Rakyat, masih menatap layar laptop dengan mata lelah, dan sedikit merah. Di atas meja, cangkir kopinya sudah kosong. Ponselnya tiba-tiba bergetar, menampilkan pesan dari nomor tak dikenal: “Iklan pemerintah bukan sekadar […]
Tak Ada Lagi Orang Berjalan Kaki di Kampung Kami – Mahrus Prihany
Cerpen, edisi 400 Maret 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/tak-ada-lagi-yang-berjalan-kaki-di-kampung-kami/ Pertanyaan yang sama dan berulang dari adik, kakak, dan orangtuaku itu cukup menggelitik selama beberapa hari ini. Pertanyaan yang tak begitu penting rasanya, tapi sungguh aneh bagiku. “Mengapa tak naik sepeda motor?” Begitulah, setidaknya aku mendengar pertanyaan itu beberapa kali dalam sehari. Sungguh tak […]
Nyak – Idrus F Shahab
Cerpen, edisi 399 Februari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/nyak/ Di bilangan Condet, Jakarta Timur, ada marawis* yang berbunyi sendiri. Tiada yang tahu secara pasti kapan dan bagaimana gendang-gendang pipih beraneka ukuran itu akan berbunyi, kecuali seorang perempuan tua: Nyak.*** Memandang deretan marawis yang ditata rapih di dinding rumahnya yang berkapur putih, Nyak menghela […]
Paru-Paru Kota – Indriea
Puisi, edisi 399 Februari 2026 jalan ini seolah tak berujung,tak mengingatkankupada jejak masa lalu mana pun.di simpang empat aku menemukan bayangan manusiatiang-tiang listrikmemanggul kabel,janji, harapan. ada asap jatuhdi atas aspal. deru mesintubuh berdesaksaling sikutterburu-buru di kejauhanderetan papan iklan. ibu memaki anaknyalelaki menyumpahi kemacetansedang seorang gadiskeluar dari dalam layar. jalan initak membawakuke mana pun. seseorang berdiridi jembatan […]
Larung Tulah – Heri Haliling
Cerpen, edisi 398 Januari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/larung-tulah/ Aku adalah meranti merah yang telah berusia tiga ratus lima puluh tahun. Tinggiku menjulang seratus dua puluh kaki, batangku luas hingga sepuluh manusia dewasa berpegangan tangan pun tak akan mampu melingkupiku. Aku adalah saksi. Dari tempatku berpijak di lereng bukit dekat anak Sungai Kahayan, […]
Hantu-Hantu Membawa Makanan – T. Wijaya
Puisi, edisi 398 Januari 2026 Akhirnya saya menangis bersama ibu di Bukit Barisan, sebab laut di langit merindukan Merapi, Singgalang, Talamau, Sinabung, dan Leuser. Tubuh-tubuh leluhur menjadi lumpur dan pohon-pohon dipaksa mati. Hantu-hantu membawa makanan, sisa pesta dari panggung organ tunggal. Kuasanya memaksa Tuhan menyingkirkan ilmu pengetahuan dan daftar panjang kematian. Mulutnya dipenuhi merkuri dan […]
Selat – A. Dion Laèp
Puisi, edisi 398 Januari 2026 laut tidak biru malam ini. bau besi terhidudari sauh, dari rantai,juga dari nama yang lepas. di sini, arus menulis namanya sendiripada lambung, pada tulang,juga pada harga yang ditawar di pelabuhan. tapi jangkar berkarat itumasih tersimpan nama-nama. mercusuar menyala,di antara gelap harapannasib para nelayan. di sini, sepanjang ombak berdebur,juga selagi tembang […]