Dokter Zhivago 41 – Boris Pasternak (alih bahasa Trisno Sumardjo)
disalin dari terbitan Djambatan, Maret 1960. Sembilan hari kemudian teman-teman mereka menyelenggarakan persta perpisahan untuk mereka, masih dalam kamar yang sama. Baik Pasha maupun Lara telah lulus ujian, kedua-duanya sama utamanya dan kedua-duanya telah ditawari pekerjaan di kota yang sama di daerah Ural; esok mereka berangkat ke sana. Sekali lagi orang minum-minum, menyanyi dan beramai-ramai, […]
Tentang Penulis Edisi 41
T.S. Pinang, tinggal di Yogyakarta, beberapa puisinya pernah dibacakan di Radio Suara Jerman Deutsche Welle dan RRI Nusantara IIYogyakarta dan masuk dalam antologi Graffiti Gratitude: Sebuah Antologi Puisi Cyber.Ningrum Sirait , pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara Medan, anggota Dewan Pengurus LSM Pusaka Indonesia, dan sedang menyelesaikan S3 untuk bidang Hukum Internasional.Bramantyo Prijosusilo, pegiat seni […]
Sajak Batu – T.S. Pinang
lalu bebatuan itu pun terukir nama-namaditanam sebagai nisan-nisan. lebih pualam daripada hatimu sendiridan cahaya begitu menyilaukan karena telah lama matamumenyantap kegelapan, menyantap kegelapan! lihatlah,wajah-wajah suci kanak-kanak terpeta air telagamembasuh diri sampai ke hatimembasuh hati sampai ke langit hingga segumpal megamenghapus kemarau yang rentameremajakan dedaunan yang dahaga kaulihatkah wajah mereka di meja kerjamudi tikar sembahyangmu, di […]
Sangkuriang – T.S. Pinang
terbatuk-batuk masih kulihat engkau, terseok-seok mengusung kerandasendiri. dimana masih tersisa sepetak bumi untuk kuburan cintaku ini,rintihmu menghiba pada angin kota, pada genang got riool tepi jalan, padalampu merkuri malam-malam mungkin kesepian ini harus kautelan bulat, sebagai puisi ataukah doa, takpenting benar. mungkin rumah hati telah terlalu sempit oleh bangkai-bangkaimenung, filsafat-filsafat murung “aku haus air susu […]
Semangkuk Sereal Untukmu – T.S. Pinang
: josephira mengapa pula pagi mesti menawarkan sepiring masygul dan segelas sesal,ketika mimpi-mimpi semalam pun telah punah dan mentari sudah bosanmenjanjikan kehangatan selimutnya. maka ucapan terima kasih atas sepotongkeju dan semangkuk sereal susu pun menjadi demikian sumbangataukah mungkin memang sudah sepantasnya begitu berita televisi merampok selera makandan sebatang rokok menjadi sepengap asap mesiusaat lagu kanak-kanak […]
Kota Itu Masih Tetap Tidak Tidur – Ningrum Sirait
Untuk kesekian kalinya aku berkunjung ke ibukota dunia ; ‘Capital of the World,’ kata mantan walikotanya Rudy Giulani yang terkenal berhasil membersihkan New York dari kriminal, dan memberinya wajah baru yang lebih menarik. Sebelas September sudah hampir setahun dan banyak sudut-sudut yang terasa tetap sama saja. Stasiun Grand Central masih berlangit langit langit rotunda yang […]
Mental Kelelawar di Negeri Kelelawar – Imron Supriyadi
Lepas ashar, setiap kali aku duduk di serambi masjid, aku selalu menyaksikan puluhan, bahkan ratusan kelelawar. Di depan masjid itu memang ada pohon beringin yang cukup besar, dan diatasnya bergelantungan buah buah kecil yang suka dimakan burung dan kelelawar. Jadi tiap sore mulai menjelang, hampir semua kelelawar dan burung berkumpul dan beterbangan dari dahan ke […]
Pangeran Jawa Atawa Jager Melayu 19 – Bramantyo Prijosusilo
Melewati rumah-rumah saudagar abad sembilanbelas yang kini umumnya telah dijadikan lima atau enam flat terpisah, tangannya mulai letih, pegangan tas seakan akan memotong jari-jarinya. Beberapa tas belanjaan berisi hadiah Natal untuk orang-tuanya, untuk Jagger, untuk Sanca, dan untuk Keith, dan juga beberapa bahan makanan untuk sumbangan makan siang hari Natal yang akan dirayakan berkumpul di […]
Siapa Bapak Mereka? – Lorna Duckworth
Ibu berkulit putih yang melahirkan bayi kembar berkulit hitam akibat kesalahan dalam klinik kesuburan jelas merupakan ibu yang sah dari kedua anak itu, begitulah kata para ahli hukum medis. Namun jika tes memutuskan bahwa ayah biologis mereka adalah pria kulit hitam –yang bersama pasangannya– juga sedang mengikuti terapi di klinik itu, maka belum ada preseden […]