Natal – Wiwit Atra Putra

Puisi, edisi 397 Desember 2025 Pernah kugantung harapanseperti mekar randudi musim dingin. Sedang udara bergetardi ruang lengang,sebelum sumbu sejarahhangus tinggal rangka. Barangkali, rindu dan jarum waktu,akan memutar kembali kenanganyang menyimpan kepedihan. Kemudian malaikat tak bernamaakan menyelimuti kelam malamku,dengan sayap kasih yang tak terdengar. Luka yang membeku di salib kayu itu,berdenting lembutdi hati yang senantiasa menanti suatu penebusan. […]

 Detik Detik Perempuan – Ilham Wahyudi

Cerpen, edisi 396 November 2025 Tak pernah ada yang benar-benar mudah bila menyangkut dirinya. Hal yang remeh-temeh bisa menjelma perkara besar bila tak sesuai di hatinya. Namun, begitulah konon dia diciptakan sebagai penguji, terutama bagi pasangannya.  Ingin Diyakinkan, Tapi… (Satu Minggu Sebelum ke Bioskop)Tak ada yang lebih mendebarkan daripada ketika dia sedang bersiap-siap. Terlebih bila menyangkut […]

Kereta – Rakha Swastara

Puisi, edisi 396 November 2025  Ia diam,seperti logam putihyang pernah dilukisjam enam pagi.Tak ada rel.Hanya garis mejayang retaksejak sendoktak jadi dipakai. Pernah ia berlarimelewati sepatu,melewati punggung kursi,menyusup ke lautdari sepreidan dengusseorang masinis kecil. Kini roda ituberputar pelan,oleh angindari jendela. Bukan tangan.Bukan suara. Di bawah ranjangia bersandarpada bonekayang kehilangan mata. Seseorang pernahmenaruhnya di situ,dan lupa berkata:aku […]

Tanda Lahir – Mikhail Sholokhov (Diterjemahkan dari Bahasa Rusia oleh Victor Pogadaev

Cerpen, edisi 396 November 2025 1.Di atas meja tampak kelongsong peluru yang berbau mesiu terbakar, tulang kambing, peta daerah, laporan berita, tali kekang berbau keringat kuda, dan sepotong roti. Semuanya di atas meja sedangkan di bangku kayu, Nikolka Koshevoi, komandan pasukan berkuda duduk dengan bersandar rapat pada ambang jendela. Di celah jarinya yang kaku kedinginan, […]

Ayo Kita Mengasong Saja, Ayah! – Abul Muamar

Cerpen, edisi 395 Oktober 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/kita-mengasong-saja-ayah/ Anak perempuan itu berusaha menawarkan dagangannya kepada seorang perempuan paruh baya berpenampilan flamboyan. Di bawah terik matahari yang menyengat, suara dan sosoknya tertelan oleh keriuhan para pedagang lain sehingga perempuan paruh baya dari luar kota itu tidak menangkap keberadaannya. Namun, anak itu masih berusaha […]

Bangkai di Bawah Dipan – S. Sigit Prasojo

Puisi, edisi 395 Oktober 2025 Aku temukan sepotong namaterselip di bawah dipan tua—masih bau,masih menyimpan sepasang matayang dulu sering menatapkuseperti doa yang gugur di tengah malam. Ada surat tak terkirim,tertulis dengan darah haid ibumuyang kutemukan di kantong jaketsaat kita masih percaya waktubisa diajak berdamai. Di kamar ini,kenangan bukan ingatan,tapi bangkai yang memilih membusuk diam-diamkarena tak […]

Wayang di Bawah Pohon Sawo – Mulyono Ardiansyah

Cerpen, edisi Oktober 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/wayang-di-bawah-pohon-sawo/ Karso, dikenal banyak orang di desanya dan di luar desanya, sebagai pembuat wayang yang mumpuni. Tangannya lihai mengukir wayang yang dulu dipentaskan oleh para dalang namun kini menjadi sakral sebagai cendera mata untuk orang-orang kota. Wayang-wayang buatannya rapi, mulus, dan warnanya cerah. Para pembeli, terutama […]

Apa Yang Kita, Indonesia, Punya Sekarang? – Indah Darmastuti

Catatan, edisi 394 September 2025 September 1945 Jepang menyatakan kalah Perang Dunia II. Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak oleh bom atom. Kaisar Hirohito melihat negerinya hancur, rakyatnya kocar kacir. Di antara reruntuhan itulah, Kaisar memanggil orang-orang kepercayaannya.  “Berapa guru-guru kita yang masih tersisa? Kumpulkan mereka!” Kaisar tidak bertanya berapa jumlah tentara yang masih ada atau […]

Buku Kecil di Leningrad – Ilham Wahyudi

Cerpen, edisi 393 Agustus 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/buku-kecil-di-leningrad/ Salju turun, serupa serpihan kertas yang terlepas dari buku harian tua. Jendela beku. Angin tipis merayap dari celah bingkai kayu yang lapuk. Aku menempelkan dahiku pada kaca, menggambar lingkaran kecil dengan jari yang nyaris beku. Di luar sana: langit putih, jalanan putih, dan kematian […]

Warisan Jokowi Yang Tak Pernah Dibahas – Edhie Prayitno Ige

Catatan, edisi 392 Juli 2025 Cerita ini diawali dari tepian Sungai Bengawan Solo, sekitar tahun 2005. Saat itu seorang pengusaha mebel bernama Joko Widodo, atau yang kelak dikenal sebagai Jokowi, memulai langkah politiknya sebagai Wali Kota Solo. Berpenampilan sederhana dan bermodal tebar senyuman, ia blusukan ke pasar, menyapa pedagang, dan duduk bersama warga di warung […]