Usman Tidak Mati Hari ini – Rania Alyaghina
Cerpen, edisi 367 Juni 2023 Usman mati hari ini. Atau kemarin. Atau kemarin lusa. Atau pekan lalu. Aku tidak tahu pasti kapan tepatnya ia hijrah ke dunia lain, tetapi Usman sudah tidak ada lagi di dunia ini. Raungan tangis mengiringi kepergian Usman. Kisahnya selama hidup mengarungi telinga-telinga tamu. Tanah tempat ia disemayamkan dipenuhi karangan bunga. […]
Kutukan Permaisuri – Puput Sekar
Cerpen, edisi 366 Mei 2023 Tepat di malam bulan purnama berlian, Lamia melahirkan bayi lelaki rupawan, matanya serupa kilauan berlian, dan tatapannya setajam elang. Dalam keadaan lelah teramat sangat, setelah melewati keadaan antara hidup dan mati, perempuan jelita itu tersenyum memandangi bayinya yang menyusu dengan lahap. Peluh di tubuhnya belumlah kering. Tiba-tiba malam yang benderang […]
Gramofon – Mazen Maarouf (Diterjemahkan oleh Hari Niskala)
Cerpen, edisi 366 Mei 2023 Bar kepunyaan Abu Elia boleh dibilang yang termurah di Beirut selama masa pengepungan. Letaknya satu tingkat di bawah permukaan tanah. Panjang dan sempit, menyerupai sekeping biskuit segi empat. Tapi bar itu aman belaka, atau setidaknya dirumorkan cukup aman. Ada disebut dinding-dindingnya dibikin begitu kuat dan keras, namun tak seorang pun […]
Mengais Kekeluargaan – Prima Yuanita
Cerpen, edisi 362 Januari 2023 Seorang wanita tengah membuang serpihan-serpihan kekeluargaan di bawah lemari kayu yang berselimut debu. Mulutnya yang seperti dua seluncuran saling bercumbu itu menggumam, “Aku tak lagi membutuhkannya.” “Kenapa kau membuangnya, Gauri? Apa kau tahu berapa harga sebuah kekeluargaan?” tanya sang Ibu. Suaranya terdengar seperti tokoh kartun wanita berambut keriting di televisi […]
Enigma Kematian – Mufti Wibowo
Cerpen, edisi 362 Januari 2023 Permukaan air kopi dalam cangkirnya membentuk gelombang kecil karena getaran di tangannya. Ia tak pernah sepenuhnya percaya getaran di tangannya yang rutin datang setiap bulan, mendahului siklus datang bulan, sebab tiroid berlebih di tubuhnya. Ia lebih percaya dengan anasirnya sendiri tentang getaran di tangannya; ia tengah merindukan sesuatu. Pengalaman mengajarkan […]
Bang Maman, Tukang Sapu Sekolah – Gianluigi Fahrezi
Cerpen, edisi 361 Desember 2022 Sekolah boleh cuti, guru-guru boleh berganti. Tapi tukang sapu, dia tetap abadi 1. Kebaikan Bang MamanMardi, anak pemilik toko batik Aku mengenal Bang Maman sejak hari pengumuman seleksi masuk SMA. Waktu itu SMA Bakti Husada dipadati para siswa dan orang tua yang ingin mendaftar. Ramai sekali orang-orang berkerumun di meja […]
Hari Terakhir Lelaki Bermata Kelabu Berpenuh Kerut – Rinanda Tesniana
Cerpen, edisi 361 Desember 2022 Saya mendatangi lelaki bermata kelabu dengan rambut perak yang sudah duduk menunggu. Kerutan yang memenuhi wajah tak menghapus sisa-sisa ketampanan saat muda dulu. Seragam biru kebesaran yang ia kenakan berbau tidak sedap. Bau apek bercampur aroma lelaki tua. Kami duduk berhadapan di meja panjang yang sudah kusam. Kursi yang sebagian […]
Ada Cinta di Pekarangan Masjid dan Gereja – Baron Yudo Negoro
Cerpen, edisi 360 November 2022 Alia meninggalkan rumah karena cintanya kepada orang tuanya menguning, memudar, mengering, lalu tanggal seperti dedaunan, berganti dengan yang hijau dan segar namun cinta itu kini kepada Joseph. Kisah mereka bermula di Kopeng, sebuah desa yang terletak di lereng Merbabu, Salatiga. Jika tidak mengenal tempat ini, selembar peta dapat membantu Anda. […]
Baju Pengantin – Jifisa Amin
Malam itu merupakan malam jahanam bagi Rheina. Pamannya, Reynold, menariknya ke pinggir tempat tidur, melucuti celana dalamnya, dan melakukan hal yang tak pernah terlintas dalam benaknya. Waktu itu ia berumur 10 tahun. Perbuatan paman durjana tak hanya sekali. Terus menerus dilakukannya kala berkunjung dan menginap di rumah orang tua Rheina. Tak hanya di sana. Rheina […]
Bibir di Ujung Sepatu – Maiza Marsya
Arya berdiri membatu, menatap sepasang sepatu pantofel hitam. Permukaannya yang halus mengilat tertimpa cahaya lampu memantulkan bayangan wajah tirusnya. Pipinya yang setahun belakangan mencekung pun kentara. Gurat-gurat penderitaan menghiasi dahinya. Sepatu ini terlalu polos, akan lebih menawan bila diberi hiasan, pikir Arya. Tercetuslah ide gila, walau menyimpang dari desain baku perusahaan. Dia berniat menabrak aturan, […]