Suara Janda Malang – Zakiyyatul Fuadah
; buat amir biki Puisi, edisi 388 Maret 2025 semacam kutukan tuhan yang abadiaku terkepung dalam sedih dan kecewakeadilan tak ubahnya perlombaan yang sulit dimenangkan, biki di sini, di kampung priok yang damaiaku janda yang kesetiaannya terjaga meski angin sakal dari tenggara mengempasdan ombak masih menerjang pada dermaga ini, bikisuaraku masih lantang menyuarakan kebenaran***Yogyakarta, 2025 […]
Hikayat Angkutan Umum Jakarta – Liston P Siregar
Catatan, edisi 388 Maret 2025 Sekali waktu, saya dan putri, naik JakLingko dari perempatan Haji Nawi ke Pondok Indah Mall (PIM) karena hanya sekali jalan tanpa sambungan. JakLingko itu berupa Daihatsu kecil dengan pintu samping dan dua bangku berhadap-hadapan di sisi kiri-kanan. Kami naik dan baru saja putri saya, Matta, mau men-tap kartu ke mesin […]
Tangis Pertama di Tepi Sungai Musi – T Wijaya
Puisi, edisi 387 Februari 2025 Palembang basah. London dingin. Aku lahir. Ian Gillan meratap; Sweet child in time. You’ll see the line. The line that’s drawn between. Good and bad. Sungai Musi memasuki 9.344 tahun. Aku menangis. Kudengar Nyimas Halimah menggadaikan giwang leluhurnya. Seperti melompat. Ikan-ikan terbang. Terlihat baik, dan mungkin buruk. Palembang lapar. London […]
Perempuan Yang Gemar Meminta Maaf – Juli Prasetya
Cerpen, edisi 386 Januari 2025 Aku sudah mengenal banyak perempuan. Tapi sungguh tak mengerti apa yang benar-benar mereka pikirkan atau apa yang benar-benar mereka inginkan. Orang-orang selalu bilang perempuan hanya ingin dimengerti tapi seringkali mereka sengaja berdiri sebagai misteri: menjadi sebuah teka-teki yang tak pernah selesai, menjadi sebuah kasus kejahatan yang tak terungkap, atau memang […]
Persekutuan Terlarang – M. Arif Budiman
Cerpen, edisi 385 Desember 2024 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/persekutuan-terlarang/ Entah berapa lama aku terdampar, terlelap, dan tersentak bangun di ruangan ini. Ruangan serupa menara kontrol sebuah stasiun ruang angkasa. Hampir seluruh dindingnya berupa layar monitor berukuran mega. Sementara di bawahnya berjejer meja dengan dilengkapi tombol-tombol beraneka warna. Tidurku tadi terusik oleh suara bising […]
Warung Kejujuran – Liston P Siregar
Cerpen, edisi 385 Desember 2024 Istriku doyan membeli buah dan sayur langsung dari petani di kawasan pedesaan. Bukan dari mobil pick-up terbuka milik para penjual di tepi jalan raya -yang dia yakin: “Paling beli dari supermarket tapi sok-sok hasil tani sendiri”. Para pembeli, menurutnya, adalah orang-orang kota yang malas menelusuri jalan-jalan kampung yang sempit tapi […]
Tabuhan Laut – Khalil Satta Èlman
Puisi, edisi 384 November 2024 pulau-pulau disepah kabut, hanya angin bergaram tersisa dan derak terakhir camar-camar beranjak dari pagar besi kapal. laut adalah kuburan terpanjang bagi kenangan ramuan bagi luka menganga. aku berharap kau tak memberi tanda bagi setiap kesedihan yang datang tiba-tiba. sebab, di tanganmu yang retak musim kelewat berkarat. tak ada kangen awet di sini, semuanya serba membusukkesepian […]
Birokrasi yang Tajam – T Wijaya
Puisi, edisi 384 November 2024 Kita tumbuh dalam birokrasi yang membunuh abah dan ibu. Senjata api terus berjaga di sekitar kepala.Diam-diam mencari pisau di kampung dan sekolah. Membedah perut-perut di kolong rumah dan lorong-lorong pucat. Tahun-tahun yang membakar. Katamu, pendidikan itu sekrup industri. Tidak ada jaminan meskipun lidahmu dicap lambang Pancasila.Harapanmu menolak kampus, berlari ke […]
Petisi Burung – Daeng Maliq
Cerpen, edisi 383 Oktober 2024 Di sebuah pulau besar yang dipenuhi pepohonan, segala sesuatu berjalan sesuai aturan alam. Burung- burung melambung tinggi di langit biru, memeluk pepohonan tua yang tegak kokoh, tempat sejarah mereka tertulis dalam angin dan daunnya. Namun, semua berubah ketika seorang raja dari pulau seberang datang membawa pasukan. Hutan-hutan mulai ditebang, sungai-sungai […]
Memorabilia yang Lain – Agus Widiey
Puisi, edisi 383 Oktober 2024 aku akan mengenangmu, alenasebelum senja ini selesaimewarnai pelupuk mata. di antara terumbu karangkesunyian telah kubentanglewat ketam bayang-bayang. di sini, alenakukenang kembali pulau dan nelayanyang asin dan yang mulai asing. karena segalanya mesti berakhir,termasuk matamu dari mata penyair,maka, kusimpan rindu yang amis itupada bait sajakku; dari waktu ke waktu***Yogyakarta, 2024 Di […]