Setengah Tiang – Harry Roesli
Puisi, edisi 367 Juni 2023 Kata hati terbuka di balik bencanaTentang dia dan kita, juga tentang dunia Kaki kiriku mati tertusuk penitiKaki kanan melangkah ke dalam perangkap Terbanglah engkau burung, oh terbanglah segera Engkau bebas kau merdeka dan ceritakan pada duniaapa yang engkau alami oh di sini negeri ini Kunci pintu berputar mengarah ke kananItu […]
Ladang Pembantaian – Aliurridha
Puisi, edisi 367 Juni 2023 ini bukan ladang pembantaian. bukan juga lapang permainan. tapi di sini tubuh-tubuh rubuh. terjatuh dari sarang. para pembunuh tertawa riang. itu yang ditangkap mata orang luar. melihat kami dengan senapan di bahu. memburu yang tersisa dari alam. memburu yang tersisa dari malam. kami tidak bohong menyukai pembunuhan. tidak berkata itu […]
Silam – Ilham Wahyudi
Puisi, edisi 366 Mei 2023 Terlampau melarat pada cahaya membuatnya jauh dari sukacita. Bila namanya tersebut alangkah muram wajah jelita; pun jejaka. O, semua mata bertekuk lutut kepadanya kecuali beberapa yang bersayap serta beberapa yang memanjat. Di tubuhnya yang luas beragam rahasia terkubur rapi; banyak yang mencoba membuka namun banyak pula yang terjungkal sia-sia. Sungguh […]
Surah Cinta (5) – Tjahjono Widarmanto
Puisi, edisi 365 April 2023 tresnaku, tresnaku, mengapa kau tinggalkan aku? Lelaki itu menangis di bawah pohon kuldidan engkau, guru, masih saja mematungbahagia melihat mereka yang terlunta di halaman kitabmu, engkau menulis: surga itu tercipta bukan sebab cinta namun karena derita! Surah Cinta (6) aku meminta padamu, guru, sebatang pohon cinta yang abadinamun engkau memberiku […]
Iboto – Muhammad Asqalani eNeSTe
Puisi, edisi 364 Maret 2023 kenanglah sepetak tumpangan ladang milik orang,padi-padi kuning kita yang mengharukan,serta rasa kehilangan yang kuning tembaga di kening. jika ayah tak ada di surga yang teramat tinggi di sana,mungkin akan disianginya rumput-rumput yang tinggi,diajarinya cara mengurangi gulma cemas,bertarung baik-baik dengan hama yang hinggap,serta melepas segulung doa untuk memagari pojok ke pojok […]
Warna Ujung Kota – Agus Sanjaya
Puisi, edisi 363 Februari 2023 Mata lampu jalanansudah dirampas kantuk,lalu akhirnya terpejam Tapi ujung kotamasih ingin berceritadengan beberapa warna I/Seorang bapak kaya,badan agak sempoyonganditopang oleh dua wanita di belakang bapak itu,seorang anak cukup bandelmendapat duit dengan sihirtanpa diketahui aksinya II/Seorang nenek lansiamengumpulkan kaleng-kalengdalam karung lusuhnya Sebenarnya ia ingin pulangke halaman rumah masa lalusebelum tangan jahat […]
Marina – Faustina Hanna
Puisi, edisi 362 Januari 2023 melambungmelambunglah marinaterbalut iklim burukpelupa takdir alam tinggaltinggallah keramba bumi merengsa gersangberisikan sisik tajam nan kelamjari jemari bernoda pekat ramai bermunculanselintas pandang menjamah konsep arsitekturderet bangunan megahtiada sengau akan pasang gelombangyang menghempas dermaga sendu berbaringberbaringlah marinaselagi sepertiga dosa bumi terlelaptelah sekian lama sengketa daratan lunakmutertidur pulasbukan sepenggal hasrat gerimis senjamelumat bibir […]
Aku Pejalan Kaki – Imam Khoironi
Puisi, edisi 360 November 2022 Aku pejalan kakiYang memungut huruf-hurufDari pagi yang bermain kabutpergi meninggalkan embunpada rumput yang mulai mengeringdan daun gugur yang ingin segera disemayamkansebelum proses kremasi Aku pejalan kakisebelum gelap melarikan dirimeninggalkan fajaryang kuinjak-injak sambil membawa gerobakberisi berita-beritatentang kemiskinan di kota,gelandangan merajalela,atau kematian seorang janda tuayang jasadnya sedang kubawa Aku pejalan kakiDi jalan […]
Menyimak – Jamaludin GmSas
Yang membacakulewat kicau burung yangmenuliskan suaranyapada sajak inihanyalah Ibuyang seribu tahunlagi ingin selalukusimak kata-katayang taktersampaikannya itu — karena terlalu sibukdengan kata-kataku.***Al Ikhsan, 2022 Secangkir Kosong Ada secangkir kosongyang berteduh di bawah air matadan bernaung di setiap amin—yang mampu menghapus segalacemas dan ingin. Ada secangkir kosongyang dipeluk mesra oleh ulah sepidan dielus tangan-tangan waktusupaya cepat tidur […]
Dahaga – Khanafi
kubiarkan dahaga ini menampung seluruh binatangyang menyebar di segenap pembuluh darahdan meraung di lambung-lambung yang kerontangtak ada oase di padang perutku, sepenuhnya ia gurundan kuletakkan jiwaku serupa majnun di sanadan kelaparan menjadi kerinduan, menjadi alammenjadi kuburan Laila, laila,laila ha illallah… kuhempas-hempas diri sebagai debuaku hanya debu di telapak kakimuo al Musthafa, bersikap lembutlah padakubiar terik […]