Memanggil Hujan – Zakiyyatul Fuadah

Puisi, edisi 376 Maret 2024 ketika tanah retak,perigi padam,sungai kerontang,masih bertanyakah kalianapa itu kesedihan? tak ada kesunyian tersimpandalam tempurung kepalakuhanya mantra-mantra tergelincirmemecah getir takdiryang membeku di lorong hujan o, dewi srilihat sekujur tubuhkupenuh bunga-bungaperantarabagi kidung malangsedang keringat malamtelah mengembun dari lengan-lenganyang mengayunkan tubuhku setelah harapan demi harapanmenubuatkan takdir kampung halamanangin berdesakan,bulan pucat ditelan awan berarakjuga […]

Food Estate – Anwar Makatengnga

Puisi, edisi 375 Februari 2024 Tirai kabut menutup cakrawala, cahaya telah pulangKadar berdiam di antara bukit tertidurCangkul dan parang adalah doa yang diasah untuk segala tarung dalam segala medan. Aku mendapati ketiadaan pada jalan-jalan terjal berbatu menuju rumahTempat harap ditangkup diantara tebing dan batu yang beranak pinak sejak dulu kala.Dimatamu jagung menghijau,Di ladang tempat kita […]

Lagu Bulan Desember – Khalil Satta Elman

Puisi, edisi 375 Februari 2024 di antara kelindan angin sisa kemarau, kita mulaimencatat kenangan yang pelan-pelan dihapus rintik hujanangka-angka pada kalender kemudian gugur pada dadakita memungutnya sebagai apologi air mata detik demi detik menuliskan nama-nama masa lalu.dengan seribu tangan kerinduan, kita menabuh damaruuntuk sekadar merayakan yang hendak bepergiantiba-tiba kesedihan menjadi paling sungai di kaki perbukitan […]

Kota Ditinggal Waktu – Muhammad Solihin Oken

Puisi, edisi 374 Januari 2024 1Kota ditinggal waktu dan gagal menikah dengan kupu-kupu kunang-kunang berang-berang- laron-laron  memangil-manggil, sayapnya mengitari ruang-ruang kota Kota kehilangan waktu- jarum jam tiarap di angka biru perempuan sembunyi di laut kenangan Masih ada matahari pagi? Kota ditinggal waktu- senyap senyap senyap ada pesan singkat pada surat email dari kupu-kupu kunang-kunang berang-berang […]

Ketika Kita Kata – Sitok Srengenge

Puisi, edisi 372 November 2023 Ketika aku merindukanmu kuputar lagi lagu-lagu langut itu,larik-larik lirik perihal hati, udara, tanah, air, api.Mungkin karena kau musik,harmoni bunyi yang selalumengisi senyapku.Kau desau ketika aku angin,ricik ketika aku air, gemaketika aku ruang hampa. Kau bunyi dan aku makna,hanya jika bersama kita jadi kata. Kadang aku bertanya: demi apa rindu dicipta?Agar kita tak […]

Suluk Sidhayatra (1) – Tjahjono Widarmanto

Puisi, edisi 371 Oktober 2023                                    guru, di api mana aku bisa mencuci diri? jalan ini tak pernah susut sedang tubuhku kian kusut terluntamenerka peta sambil memegang kitab sajak-sajak rahasiasegala otak kubedah, segenap warung dan rumah jalang kutandangselalu saja cuma jadi penyair yang keliru menafsir semiotikasampai ujung lidah kelu mengeja aksara dan menerka bilangan                                    guru, sungguh […]

Pelata dari Perut Bumi – Imam Budiman

Puisi, edisi 370 September 2023 — dabat ard tengkuk yang terkurung, taring yang memugarhari-hari menjadi mesin waktu di balik lembah — pada tubuh safa, di kota suci itu setelah kematian para hulubalang bertelinga lebaryang menjadi alas tidur dan selimut di sunyi guamembangunkannya dari dingin tidur panjang ia yang melata menghamburkan tanahke atas kepala menandai sejumlah […]

Senin – Ilham Wahyudi

Puisi, edisi 370 September 2023 Entah dari mana mula kisah tentang kau yang pemalas dan pengeluh. Sehingga ramai belaka yang membenci corak batikmu; cerah perawakanmu. Bahkan lancang pula menyepadankan kau pada kusut benang tidak terurai. Padahal sungguh, betapa adiluhung kau di hadapan Sang Kekasih, manakala keanggunanmu dipilihNya sebagai selimut kelahiran pembawa cahaya. Lihat, tak sedikit […]

Equilibrium – Sitok Srengenge

Puisi, edisi 369 Agustus 2023 Perempuan itu muncul di ambang undakan batu, di senja yang masygul menjelang Sabtu. Ia serahkan sebungkus bibit bunga, “Tanamlah, mumpung musim masih basah.” Lelaki itu tahu, tak jauh dari situ hujan menderu. Angin melirihkan suaranya di tikungan tebing cadas, meluruhkan dedaun kuning dan di ufuk hari berkemas. Bayang-bayang bergerak di […]

Dermaga Yang Asing – Tjahjono Widarmanto

Puisi, edisi 368 Juli 2023 ini dermaga yang asing. bukan tanjung perak atau bakauhenitak ada lambai tangan, tak satupun pengantar. tak ada kecupantak juga feri kembali hanya angin menampar-nampar buritanhanya lokan-lokan tertinggal di pasir. tak satu pun nelayan menarik jala langit serba merah meyimpan bilik-bilik rahasia. tempat sembunyi mataharihanya ngeri tak berkata apa-apa. bau keringat […]