Telur, Susu, dan Perkara yang Belum Usai Dibicarakan – Wahid Kurniawan
Judul : Susu dan TelurPenulis : Mieko KawakamiPenerjemah : Asri Pratiwi WulandariPenerbit : Moooi PustakaTerbit : 2021Tebal : 512 Halaman Kalau kita iseng mengecek daftar novel karya penulis Jepang kontemporer di laman pencarian, kita akan mendapati nama Mieko Kawakami tidak pernah absen dari daftar tersebut. Segera saja, novelnya itu -yang edisi English berjudul Breasts and […]
Lucifer di Moncong Revolver – Rayi El Fatih
Sejak pertemuan kali pertama kami, aku sangat ingin membuat dua atau tiga lubang di kepala kecil perempuan itu—Agni. Namun, aku tidak tega untuk mengusik ketenangan pria bermata redup di sudut sana dengan pekikan Revolver. Pria semacam itu biasanya tengah melarikan diri dari gaduhnya rumah dan mulut wanitanya. Beberapa kawanku doyan seperti itu. Menyendiri di kafe […]
Mutiah Kecil, Mutiah Muda, dan Nyak Mut Sepuh – Finka Novitasari
Perempuan itu menyipitkan mata begitu gendang telinganya menangkap suara gemuruh berduyun-duyun. Deru iring-iringan pesawat terbang mendegam-degam tatkala melintas tepat di atas tempatnya berjongkok. Di antara dua tembok berjarak satu setengah meter yang mengapit tubuhnya, ia menggiring kawanan burung besi itu hingga tak terjangkau oleh mata lamurnya. Ia lemaskan kedua tangannya sebelum menyeka keringat sejenak, lalu […]
Ia Menatapku Penuh Dendam – M Arif Budiman
Mulanya aku tak peduli dengan sepasang mata itu. Pemiliknya seorang gadis berwajah pucat kesi, yang menggambarkan kebekuan mendalam. Aku mulai tertarik ketika ia terus memandangku dengan sorot mata tajam. Mata kami beberapa kali saling beradu. Namun beberapa kali pula aku mengedip. Aku kalah. Bahkan terakhir kali, mataku seakan terseret ke dalam sorot matanya yang serupa […]
Perempuan di Loteng – Linggar Rimbawati
Di loteng rumah Nyai tinggal seorang perempuan. Kata orang-orang dia setua Nyai dan merupakan saudara nenekku itu. Tetapi, kata ibu, perempuan di loteng sudah ada sejak masa kecil Nyai. Dan bukan tidak mungkin sudah ada bahkan sebelum Nyai lahir. Kau bisa bayangkan betapa tuanya perempuan itu? Sejak satu per satu anaknya meninggalkan rumah dan Datuk […]
Budi Baik Yang Mencari Ketenangan – Aliurridha
Dentum suara musik bergema di daun telinga, mengendap-endap menuju kepala Budi. Namun seperti ada tembok besar menghalangi, musik itu berhenti di telinganya, dan kata-kata Jofran terus berdenging bak kaset rusak di kepalanya. Bahkan ketika sedang bersenang-senang dengan putri semata wayangnya, Budi masih tidak bisa berhenti memikirkan yang dikatakan Jofran tiga hari lalu. “Aduh. Tangan […]
Perempuan di Sudut Kanvas Lukisan Itu – Tjahjono Widarmanto
/*/berdiamlah dalam sarang warna dan irama garis ini, perempuankuberdiamlah dalam sarang meditasi ini bersama gerak sunyilompatan-lompatan bangun, ruang dan lengkungkhusuklah dalam runcing garis sebab dalam tiap durinyamenyuguhkan empedu kangen yang membiakkan resah perempuan, hikmati warna, lengkung, garis dan bidang inilupakan selamanya segala bilangan dan penanggalan /**/hai lelaki, jangan paksa aku tinggal dalam jeruji kemilau warna […]
Perempuan yang Cemburu pada Kucing – Komala Sutha
Setahuku, tidak banyak perempuan yang suka kucing. Ada seorang teman sekolah di SMU dulu, juga tetangga depan rumah, dan Tante Mira, adik Papa, yang malah memelihara beberapa kucing. “Kucing itu menggemaskan,” kata Tante Mira sedang kawan SMU ku dulu suka dibangunkan oleh gosokan kepala kucing di lehernya setiap pagi dan tetangga di depan rumah menjelaskan, […]
Kisah Perempuan Korea Di Balik Drakor – Samantha Yohana Blessya
Judul Buku: Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 (82년생 김지영)Pengarang: Cho Nam-JooPenerbit: PT. Gramedia Pustaka UtamaTahun Terbit: 2019 (Cetakan Pertama)Tebal: 192 halaman Sebagai penggemar musik dan drama Korea -populernya Kpop, Kdrama, atau drakor (drama Korea)- saya selalu merasa ‘bebas’ saat menikmati karya-karya tersebut. Saya pernah berpikir, ‘Wah, pasti Korea Selatan itu negara yang bebas sekali, ya.’ […]
Liana Yang Hilang di Depan Dosennya – Aliurridha
“Apa-apaan ini? Kamu pikir saya siapa kamu sogok dengan beginian,” teriak Joko pada kedua mahasiswanya. Jeger dan Dariel yang datang membawa dua kilo apel dan tiga kilo anggur, dibuat pucat. “Bukan Pak. Ini hanya oleh-oleh,” Jeger berkelit. “Oleh-oleh?” Joko terkekeh. Rahang Jeger mengeras namun mulutnya terkunci. Dariel menunduk menatap lantai, tak berani melihat wajah Joko. […]