Cerpen, edisi 405 Agustus 2026 Embun masih menggantung di ujung...
Read MoreCerpen, edisi 405 Agustus 2026 Embun masih menggantung di ujung...
Read MoreCerpen, edisi 405 Agustus 2026 Aroma malam selalu bermula dari...
Read MoreCerpen, edisi 404 Juli 2026 Ia lupa pernah mengira rumah...
Read MoreCerpen, edisi 400 Maret 2026 Ruang redaksi di lantai empat...
Read MoreCerpen, edisi 400 Maret 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 399 Februari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 398 Januari 2026 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 396 November 2025 Tak pernah ada yang benar-benar...
Read MoreCerpen, edisi 396 November 2025 1.Di atas meja tampak kelongsong...
Read MoreCerpen, edisi 395 Oktober 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi Oktober 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera: https://difalitera.org/wayang-di-bawah-pohon-sawo/...
Read MoreCerpen, edisi 393 Agustus 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 392 Juli 2025 Perkenalkan, Maksum. Kulitnya legam karena...
Read MoreCerpen, edisi 390 Mei 2025 Petang sepulang menengok petak yang...
Read MoreCepen, edisi 389 April 2025 Darwis akhirnya menyadari bahwa hidupnya...
Read MoreCerpen, edisi 388 Maret 2025 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 386 Januari 2025 Aku sudah mengenal banyak perempuan....
Read MoreCerpen, edisi 385 Desember 2024 Dengarkan penuturan suaranya di Difalitera:...
Read MoreCerpen, edisi 385 Desember 2024 Istriku doyan membeli buah dan...
Read MoreCatatan, edisi 381 Agustus 2024 Di kampung Isar tinggal seorang...
Read MoreCerpen, edisi 381 Agustus 2024 Perempuan serupa akar yang menancapkan...
Read MoreCerpen, edisi 380 Juli 2024 Cikal menutup kedua telinga sekuat...
Read MoreCerpen, edisi 379 Juni 2024 27 Juli, 15.35 WIBPintu digedor-gedor...
Read MoreCerpen, edisi 378 Mei 2024 Kibbutz Mishmar HaEmek tak seperti...
Read MoreCerpen, edisi 377 April 2024 Praaanngg!!! Suara kelontrang menggema memecah...
Read MoreCerpen, edisi 373 Desember 2023 ”Mak, aku mau belajar ngaji!”...
Read MoreCerpen, edisi 371 Oktober 2023 Belasan tahun silam saya pernah...
Read MoreCerpen, edisi 369 Agustus 2023 Tawaran menjadi penjaga odong-odong diterimanya...
Read MoreCerpen, edisi 369 Agustus 2023 Mimin punya ayah. Semua orang...
Read MoreCerpen, edisi 367 Juni 2023 Usman mati hari ini. Atau...
Read MoreCerpen, edisi 366 Mei 2023 Tepat di malam bulan purnama...
Read MoreCerpen, edisi 366 Mei 2023 Bar kepunyaan Abu Elia boleh...
Read MoreCerpen, edisi 362 Januari 2023 Seorang wanita tengah membuang serpihan-serpihan...
Read MoreCerpen, edisi 362 Januari 2023 Permukaan air kopi dalam cangkirnya...
Read MoreCerpen, edisi 361 Desember 2022 Sekolah boleh cuti, guru-guru boleh...
Read MoreCerpen, edisi 361 Desember 2022 Saya mendatangi lelaki bermata kelabu...
Read MoreCerpen, edisi 360 November 2022 Alia meninggalkan rumah karena cintanya...
Read MoreMalam itu merupakan malam jahanam bagi Rheina. Pamannya, Reynold, menariknya...
Read MoreArya berdiri membatu, menatap sepasang sepatu pantofel hitam. Permukaannya yang...
Read MorePada musim kemarau tahun lalu, ketika angin gersang bertiup mengacau...
Read MoreBola api melayang di udara. Berkitar-kitar membuat cemas seluruh penduduk...
Read More“Aku sedang mencoba cara membuat dirimu kembali di dalam pikiranku...
Read MoreAum harimau itu terdengar nyaring, bahkan sebelum aku membuka mata...
Read MoreSejak pertemuan kali pertama kami, aku sangat ingin membuat dua...
Read MoreMata Aisyah berbinar mendapati polong-polong buah asam yang tergeletak di...
Read MorePerempuan itu menyipitkan mata begitu gendang telinganya menangkap suara gemuruh...
Read MoreMulanya aku tak peduli dengan sepasang mata itu. Pemiliknya seorang...
Read MoreDi loteng rumah Nyai tinggal seorang perempuan. Kata orang-orang dia...
Read MoreKawan kerja semasa tinggal di kota kelahiran dulu mengirim surat...
Read MorePada suatu malam yang tenang, seorang pegawai yang baik bernama Ivan Denisovich...
Read MorePagi itu, Jirolu terkejut bukan main saat menyadari sepanjang malam...
Read More“Ulangi, untuk siapa kau bertugas?”“Siap! Untuk negara!”“Lebih keras!”“Siap! Untuk negara!”“Siap...
Read MoreSaya ingat betul kamarnya bernomor 1.7, satu-satunya kamar yang tersisa...
Read MoreDentum suara musik bergema di daun telinga, mengendap-endap menuju kepala...
Read More“Janganlah kau sembarang berjanji, jika tidak ingin seperti aku.” Di...
Read MoreSetahuku, tidak banyak perempuan yang suka kucing. Ada seorang teman...
Read MoreIa tiba di kota jauh bersama ceruk hatinya yang tak...
Read MoreMusisi Smychkov berjalan dari kota ke dacha (1) knyaz (2)...
Read MoreMeski sudah pernah dilarang oleh Bibi Naka untuk tidak mendekati...
Read MoreKita bertarungBaratinsky (1) Aku bersumpah menembaknya sesuai hukum bertarung(aku masih...
Read MoreMereka menamainya angin kematian, yang berembus di antara batas musim...
Read MoreTiba-tiba aku naik pangkat jadi pelatih, sebagai Sabeum. Biasanya cuma...
Read More“Apa-apaan ini? Kamu pikir saya siapa kamu sogok dengan beginian,”...
Read MorePada akhirnya aku harus memilih satu di antara mereka yang...
Read MoreSeratusan orang berjalan beriringan menuju sebuah hutan yang gaduh oleh...
Read MoreAmbonWalau tak pernah tinggal di Provinsi Maluku dan cuma sekali...
Read MoreHaris menggulung lengan kaosnya. Dengan satu tangan, dia angkat tutup...
Read MoreMalam beranjak semakin tua ketika Naima masih khusuk menekuni laptopnya....
Read MoreIa tidak memulainya. Malam itu, ketika hujan berlangsung di luar...
Read MoreBar Tuan LeviKetika Stain muncul di muka pintu bar, semua...
Read MoreSeorang ilmuwan peneliti, Irina Dubrovskaya, pulang ke rumah sesudah pertemuan...
Read MoreDi balik jeruji besi, Juki mengingat kisah empat hari lalu...
Read MorePagi itu aku mendengar keributan di samping rumah. Ada pertengkaran....
Read MoreTak pernah kulihat perempuan memakan sebatang cokelat dengan rakusnya seperti...
Read MoreDuka mengambang, seperti laron lepas sayapnya. Mula-mula dengung itu bersliweran....
Read MoreKetika Prokushev muncul pagi hari di pangkalan taksi, ketua komite...
Read MoreAku berangkat. Kutinggalkan Doni yang sudah lelap. Lelah sekali dia...
Read MoreKembali terjadi! Istriku merebut paksa benda yang kupegang. Kami berdua...
Read MoreTPU Khusnul Khotimah, demikian nama pemakaman umum itu. Lokasinya di...
Read MoreSorot mata yang penuh misteri, terlihat lemah tetapi berani, seperti...
Read MoreSelepas lulus kuliah di Yogyakarta, Andre memulai rutinitas baru sebagai...
Read MoreBulan sedang murah hati. Kuningnya memendar turuni bukit. Singgah sekelebat...
Read MoreHari itu adalah hari yang sama seperti setiap harinya, adalah...
Read MoreNay terpaku menatap langit. Hawa dingin kota Bukittinggi di waktu...
Read MoreKarena aku mengidap diabetes maka aku dan istri harus tidur...
Read MoreDima ingat muka direktur kebun binatang dan juga masalahnya serta...
Read MoreTombol dalam otak memang tidak ada, tetapi ada telepati. Apabila...
Read MoreMaka tiba hari bapak membawa anak lelakinya ke kebun binatang...
Read More“Bapak,” kata Dima ketika mereka meninggalkan sangkar, “Saya mau harimau.” Bapak...
Read MoreKalau belum tau wefie, bergaullah lebih banyak sama anak jaman...
Read MoreWalau SMA-ku dulu namanya Sekolah Kristen Nasrani, keadaannya tak banyak...
Read More